Laman

Tampilkan postingan dengan label Sayyidah Fathimah Az Zahra as. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sayyidah Fathimah Az Zahra as. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 April 2013

Sayyidah Fathimah Az Zahra as, Cahaya Mata Nabi saww


By : Rohimat

            Pada hari jumat, tanggal 20 Jumadits tsani, lima tahun setelah bi'tsah Rasulullah Saww, dikawasan Hijaz dan ditengah pegunungan tandus kota Makkah, dalam rumah wahyu yang pekarangannya diterngi kemilau cahaya ilahi yang memancar dari sosok Rasulullah Saww dengan bacaan Al-Quran dan didalam rumah teduh kenabian Rasul Saww dan Sayyidah Khadijah, terlahirlah putri kecintaan keduanya kealam kedunia ini.

Di Pusara Rasulallah saww





Nafasku tersekat dalam tangisan
Duhai, mengapa nafas tak lepas bersama jeritan
Sesudahmu tiada lagi kebailan dalam kehidupan
Aku menangis karena aku takut hidupku akan kepanjangan


Kala rinduku memuncak ,
Kujenguk pusaramu dengan tangisan
Aku menjerit meronta tanpa mendapatkan jawaban
Duhai yang tinggal dibawah tumpukan debu, tangisan memelukku
Kenangan padamu melupakan daku dari segala musibat yang lain
Jika engkau menghilang dari mataku ke dalam tanah
Engkau tidak hlang dari hatiku yang pedih


Berkurang sabarku bertambah dukaku
Setelah kehilangan Khatamul Anbiya
Duhai mataku, cucurkan air mata sederas-derasnya
Jangan kau tahan bahkan linangan darah
Ya Rasul Allah, Wahai Kekasih Tuhan
Pelindung anak yatim dan dhu’afa
Setelah menguncur air mata langit
Bebukitan, hutan, & burung & seluruh bumi menangis


Duhai junjunganku,
Untukmu menangis tiang-tiang Ka’bah
Bukit-bukit &lembah Makkah
Telah menangisimu mihrab
Tempat belajar Al-Qur’an di kala pagi & senja
Telah mengangisimu Islam
Sehingga Islam kini terasing di tengah manusia
Sekiranya kau ihat mimbar yang pernah kau duduki
Akan kau lihat kegelapan setelah cahaya



Rabu, 18 Juli 2012

Wafat Umi Abiha Fatimah Az-Zahro (sa)

Siang hari tanggal 13 jumadil awal dan menurut riwayat yang lain 3 jumaditsani, di sat matahari sudah mulai condong ke arah barat,Sayyidah Fatimah, putri Rasul yang telah beberapa hari dalam keadaan sakit, terbangun dari tidurnya dan dengan penuh semangat, layaknya orang yang tidak sakit bangkit dari tempat tidurnya dan melakukan beberapa pekerjaan rumah termasuk diantaranya memandikan putranya beliau Hasan dan Husein.

Rabu, 04 Juli 2012

Fathimah az-Zahra ; pintu rumah keluarga Nabi yang didobrak menimpa Bunda Fathimah—pintu itu mematahkan beberapa tulang iganya dan menggugurkan kandungannya ! Tanah Fadak dirampas ! Pengangkatan Imam Ali di Ghadir Khum telah dilupakan


PUTERI NABI ITU DIMAKAMKAN SECARA SEMBUNYI-SEMBUNYI

Quiet Funeral of Fatima Zahra (sa), the daughter of Messenger of Allah (saw)
dot
laanallah
Sebuah rombongan kecil yang terdiri dari orang-orang yang setia dan patuh pada Rasulullah tampak berjalan gontai. Segukan tangis lirih dan terasa mengiris-iris hati yang pilu terdengar dari mereka. Wajah-wajah mereka lusuh tertunduk tersembunyi dalam tutup-tutup kepala yang jatuh menaungi kepala-kepala mereka. Rombongan itu berjalan tanpa mengeluarkan bunyi berarti ke sebuah tempat sunyi yang khusus untuk menguburkan salah seorang manusia suci yang mereka cintai. Mereka berjalan dalam kegelapan malam pada bulan Jumadil Tsani, hari ketiga di tahun sebelas Hijriah. Rombongan itu menyusuri jalan-jalan kota Madinah. Terasa segar dalam ingatan baru beberapa lama lewat mereka melakukan hal yang sama untuk manusia suci lainnya, Muhammad Al-Mustafa. Sekarang giliran puterinya yang tercinta…………Fathimah Az-Zahra (as).
.

Kamis, 09 Februari 2012

Sayyidah Fathimah & Husain Kecil (1)



Wajah teduhnya bercahaya,
Bekas air wudu seakan tak kering dari kulitnya
Matanya menunduk penuh kerendahan-hati
seorang hamba Tuhan yang sempurna
Bibirnya bergerak terus melantunkan zikir
Dia tetap bekerja layaknya perempuan biasa
Tak pedulikan nasab mulianya
Bilal menitikkan airmata memandang putri Nabi
satu-satunya itu,

Bilal mencoba menawarkan tenaganya untuk membantunya
Senyum perempuan suci itu mengembang indah
“Tak perlu, Bilal, ini tak seberat menggilng gandum.”

Sabtu, 04 Februari 2012

Rintihan Sayyidah Fatimah as.



Nafasku tersekat dalam tangisan
Duhai, mengapa nafas tak lepas bersama jeritan
Sesudahmu tiada lagi kebaikan dalam kehidupan
Aku menangis karena aku takut hidupku akan kepanjangan
Kala rinduku memuncak, kujenguk pusaramu dengan tangisan
Aku menjerit meronta tanpa mendapatkan jawaban
Duhai yang tinggal di bawah tumpukan debu, tangisan memelukku
Kenangan padamu melupakan daku dari segala musibat yang lain
Jika engkau menghilang dari mataku ke dalam tanah,
engkau tidak hilang dari hatiku yang pedih
Berkurang sabarku bertambah dukaku
setelah kehilangan Khatamul Anbiya
Duhai mataku, cucurkan air mata sederas derasnya
jangan kautahan bahkan linangan darah
Ya Rasul Allah, wahai kekasih Tuhan
pelindung anak yatim dan dhuafa
Setelah mengucur air mata langit
bebukitan, hutan, dan burung
dan seluruh bumi menangis
Duhai junjunganku,
untukmu menangis tiang-tiang Ka’bah
bukit-bukit dan lembah Makkah
Telah menangisimu mihrab
tempat belajar Al-Quran di kala pagi dan senja
Telah menangisimu Islam
sehingga Islam kini terasing di tengah manusia
Sekiranya kau lihat mimbar yang pernah kau duduki
akan kau lihat kegelapan setelah cahaya

Bi Abi Anta wa Ummi
Biarlah ayah bundaku jadi tebusanmu, ya Rasul Allah
Terhenti karena ketiadaanmu apa yang tak terhenti karena ketiadaan yang lain
terhenti sudah nubuwwah, wahyu, dan berita dari langit
Kau begitu khusus bagi kami
sehingga jadilah kau penghibur kami dari selainmu
Kau juga begitu terbuka bagi semua
sehingga semua berbagi derita atas kepergianmu
Sekiranya tidak kau perintahkan kami bersabar
jika tak kau larang kami berduka cita
akan kami alirkan gelombang air mata
Tapi walau begitu, sakit kami tak kunjung sembuh, derita kami takkan berakhir
Sakit dan derita kami terlalu kecil ketimbang kepedihan karenamu
Kepergianmu tak mungkin dikembalikan
kematianmu tak bisa dihindarkan
Bi Abi Anta wa Ummi
Kenanglah kami di sisi Tuhanmu
dan simpan kami dalam hatimu

(Fatimah Az-Zahra as.)

Kamis, 31 Maret 2011

Sakit dan Wafat Sayyidah Fathimah Az Zahra as


(Oleh: Abbas Azizi)



Meminta Usungan Mayat

Dalam kitab al-Isti'ab, dengan sanadnya, dinukilkan bahwa Fathimah binti Rasulullah saww berkata kepada Asma' bin Umays, "Aku memandang buruk apa yang dilakukan terhadap kaum perempuan. Dipakaikan pakaian kepada perempuan, lalu orang lain melihatnya."
Asma' berkata, "Wahai putri Rasulullah, maukah kutunjukkan sesuatu yang pernah kulihat di Habsyah (Etiophia)?"

Kisah Teladan Fathimah Az Zahra as


Kisah Teladan

Padang pasir tandus nan gersang tak pernah menjanjikan kesejukan dan kedamaian bagi para pelintasnya, angin panas yang menghembus dari sela-sela bukit gersang nan terjal di siang hari itu membuat suasana makin tidak menentu, panasnya sang surya kian membuat suasana semakin mencekam, derap kaki unta yang ditungganginya nampak semakin lama semakin tertatih-tatih. Jemunya perjalanan dalam kesendirian membuat suasana semakin membosankan. Di ketinggian nampak burung-burung Nasar melayang-layang dan berteriak-teriak mengisi keheningan suasana lautan padang pasir yang luas dan tak berujung itu. Dia tetap melakukan perjalanannya itu mengarungi "Sahara" dalam kesendirian demi menuai harapan Keridhoan Ilahi. Dialah Abdullah bin Mubarak yang kala itu sedang menempuh perjalanan dan ingin menunaikan Ibadah Hajji dan berziarah ke Maqam Nabi Muhamad saw.

Karamah Sayyidah Fathimah Az Zahrah as


(Oleh: Abbas Azizi)



Karamah Sayyidah Fathimah atas Ummu Aiman
           
            Tatkala Sayyidah Fathimah al-Zahra wafat, Ummu Aiman bersumpah untuk tidak tinggal di Madinah. Sebab, dia tak tahan menyaksikan tempat kosong Sayyidah Fathimah. Karenanya, dia pergi menuju Mekah. Di tengah jalan, dia mengalami kehausan yang tak tertahankan. Kemudian, dia mengangkat kedua tangannya ke langit seraya berkata, "Ya Allah! Aku pelayan Sayyidah Fathimah. Selamatkan daku dari haus yang mencekik ini!"

Kezuhudan Sayyidah Fathimah Az Zahra as


Kezuhudan Sayyidah Fatimah as
(Oleh: Alam Firdaus)

Rasulullah saww pernah bersabda kepada Sayyidah Fatimah as, "Putriku! Ayahmu dan suamimu bukanlah orang yang miskin. Allah SWT telah memberikan kepadaku semua tanah yang mengandung emas dan perak, tetapi aku memilih sesuatu yang abadi disisi Allah swt. Putriku! Aku berkata seperti ini supaya kamu tahu bahwa ayahmu mengetahui hakekat dunia . Ketahuilah bahwa kamu juga akan berpaling dari dunia".

Kelahiran Sayyidah Fathimah Az Zahra as


KELAHIRAN SAYYIDAH FATHIMAH AZ ZAHRA AS

Termaktub dalam sebuah kitab seorang Alim besar “ AL MAJLISI “ Hyatul qutub, meriwatkan penulis buku “ AL ‘ADAD “ yang mengtakan bahwa : pada hari jum’at tanggal 20 jumadil akhir, bertempat dikota suci Mekkah, telah lahir bayi perempuan yang suci dan disucikan dan akan melahirkan pula Imam – Imam Ma’sum Ass yang bernama Fathimah Az Zahra As.