Laman

Tampilkan postingan dengan label Karbala. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karbala. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Februari 2012

Rintihan dan Ratapan Bangsa Jin atas Syahidnya Al-Husein cucu Nabi saw

Ketika Al-Husain as. terbunuh,banyak orang yang mendengar suara rintihan dan ratapan bangsa Jin untuk Al-Husain as. Mereka berkata:

Wahai mata, lakukanlah dengan baik tugasmu Siapa lagi yang kan menangisi syuhada setelahku

Tangisilah mereka yang berjalan digiring kematian

Menuju negeri kekuasaan anak bekas budak belian

Wahai kalian yang telah membantai Al-Husain

Kejadian-kejadian Aneh Pasca Terbunuhnya Al-Husein(Cucu Nabi saw) as di Medan Karbala’

*Ketika Al-Husain as. terbunuh, di sudut-sudut langit terlihat warna warna kemerahan. Warna merah itu menandakan bahwa langit tengah menangis. Sewaktu pasukan musuh membagi-bagikan sejenis tumbuhan berwarna kuning milik Al-Husain as., tumbuhan itu berubah menjadi abu. Dan sewaktu mereka menyembelih seekor unta yang dirampas dari kamp Al-Husain as., mereka menemukan sejenis kayu di dagingnya.
Hal ini disebutkan di buku-buku berikut ini:
Maqtalu Al-Husain 2 hal. 90, Tarikhu Al-Islam 2 hal. 348, Siyaru A’lami Al-Nubala’ 3 hal. 311, Tafsir Ibnu Katsir 9 hal. 162, Tahdzibu Al-Tahdzib 2 hal. 353, Tarikhu Dimasyq 4 hal. 339, Al-Mahasinu wa Al-Masaw.i hal. 62, Tarikhu Al-Khulafa’ hal. 80 dan Ihqaqu Al-Haq 11 hal. 467-469

Selasa, 25 Oktober 2011

Kisah Karbala: Pertemuan Imam Husain as Dengan Hur bin Yazid Arrayahi


Kisah Karbala: Pertemuan Imam Husain as Dengan Hur bin Yazid Arrayahi
Tak lama setelah memasang tenda, rombongan Imam Husain as didatangi seribu pasukan kuda yang ‎dipimpin oleh Hur bin Yazid Arrayahi. Pasukan yang tampak siap berperang itu berjajar di depan Imam ‎Husain dan para sahabatnya yang juga siap bertempur dengan mengikatkan sarung pedang masing-‎masing dipinggang. ‎
Gurun sahara semakin memanas. Matahari memanggang setiap kepala. Imam Husain dan para ‎sahabatnya memerintahkan para pengikutnya supaya air yang masih tersisa diminum dan minumkan ‎kepada kuda-kuda mereka. Hingga tengah hari itu suasana yang masih relatif tenang. Begitu waktu ‎solat dhuhur tiba, Imam memerintah seorang pengikutnya yang bernama Hajjaj bin Masruq al-Ja'fi ‎untuk mengumandang azan. Seusai azan, beliau berdiri di depan pasukan Hur untuk menyampaikan ‎suatu kata kepada mereka yang beliau pandang sebagai orang-orang Kufah tersebut.‎

Keagungan Misi Imam Husein as di Karbala


Keagungan Misi Imam Husein as di Karbala
Kita memasuki hari-hari di bulan yang penuh duka dan tragedi menyayat ‎kalbu setiap insan. Umat Manusia tak akan melupakan tragedi yang ‎terpahit dalam sejarah. Dengan tibanya bulan Muharram, para pecinta ‎keluarga Rasulullah Saw dirudung duka yang mendalam. Mereka ‎berduka karena di bulan ini, cucu kesayangan Rasulullah Saw yang ‎bernama al-Husein as putra dari pasangan Imam Ali as dan Sayidah ‎Fatimah az-Zahra as, dibantai secara keji di tanah Karbala oleh penguasa ‎durjana pada masa itu.

Karbala dan Perspektif Para Cendekia



Karbala dan Perspektif Para Cendekia
Sejarah dapat diumpamakan seperti samudera besar. Di samudera besar itu penuh dengan fenomena dan goncangan-goncangan yang dilalui ummat manusia di masa lalu. Salah satu goncangan besar yang tercantum dalam sejarah manusia adalah peristiwa Karbala. Hampir 14 abad lalu, tragedi Karbala telah berlalu, namun pengaruhnya tetap berlanjut hingga kini.
Dalam peradaban ummat Islam, kebangkitan Imam Husein as di Karbala merupakan kisah hero dan patriotis yang abadi. Rasulullah diutus di muka bumi ini untuk memberikan pencerahan ummat manusia, sedangkan Imam Husein as gugur syahid di Karbala untuk melanggengkan ajaran Islam dan membimbing manusia di jalan yang lurus. Terkait hal ini, sabda historis Rasulullah Saw terkait Imam Husein, menemukan makna sebenarnya. Rasulullah bersabda, "Husein dariku dan aku dari Husein as."