Laman

Tampilkan postingan dengan label Wanita Dan Rumah Tangga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wanita Dan Rumah Tangga. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 September 2012

Pengalaman Nyata Istri Yang Solehah



By: Abdullah Ndonk Mubarak
Cerita ini adalah kisah nyata… dimana perjalanan hidup ini ditulis oleh seorang istri dalam sebuah laptopnya.
Bacalah, semoga kisah nyata ini menjadi pelajaran bagi kita semua.
(semoga menjadi pengingat bagiku, ketika ku sudah melangkah ke dalam kehidupan baru)
***

Rabu, 04 Juli 2012

‘Kutu Super’, Penyakit Baru Akibat Seks Bebas


'Kutu Super', Penyakit Baru Akibat Seks Bebas
Indonesian Child Protection Commission (KPAI) worries that easy access to condom can encourage children to engage in free sexual activity.Selain virus HIV/AIDS, selama ini kita mengenal ‘Raja Singa’ sebagai salah satu penyakit mematikan akibat seks bebas. Tapi kini, ada penyakit baru yang tak kalah berbahaya dari dua penyakit tersebut. Para ilmuwan menyebutnya ‘Kutu Super’ gonorea.

50% dari total ABG yang berusia 15-17 pernah melakukan seks bebas ! Syi’ah menolak seks bebas


Mari kita manusiakan rakyat negeri iniSelamatkan generasi dengan Islam.

CEGAH SEKS PRA MARITAL

Sabtu, 23 Juni 2012

Islam Menjaga dan Memuliakan Wanita

Di antara stigma negatif yang dialamatkan oleh Barat terhadap ajaran Islam adalah, bahwa Islam tidak menghargai kedudukan wanita, memasung kebebasannya, tidak adil dan menjadikannya sebagai manusia kelas dua yang terkungkung dalam penguasaan kaum laki-laki serta hidup dalam kehinaan. Wanita Islam pun dicitrakan sebagai wanita terbelakang dan tersisihkan dari dinamika kehidupan tanpa peran nyata di masyarakat. Oleh karena itu, mereka menganggap, bahwa Islam adalah hambatan utama bagi perjuangan kesetaraan gender.

Jumat, 02 Maret 2012

Pendidikan Agama Sejak Dini , Aktualkan Potensi Spiritual Anak Anda!


Tujuan dasar agama adalah untuk mendidik umat manusia, dan mengembangkan kecenderungan spiritual dan moral dalam diri mereka. Dalam keluarga, orang tua merupakan teladan pertama bagi anak-anak. Dari orang tua, mereka belajar nilai-nilai moral dan religi, serta seluruh perilaku sehari-hari. Keluarga adalah pusat perpindahan nilai-nilai moral, keyakinan beragama, dan norma-norma sosial dari satu generasi ke generasi berikutnya, juga harus menciptakan kondisi untuk pengembangan jiwa dan emosional anggotanya.

Sexual Techniques


There are no particular rules and laws either in foreplay or in intercourse. The only laws and rules are the ones reached by the lovers by mutual and often unspoken understanding. Whatever is pleasing and satisfying to both the husband and the wife is right and proper; and whatever is mutually displeasing is wrong. The only limitation to this general rule would be any Shariah rule which goes against the wishes of the husband or the wife.

Sabtu, 04 Februari 2012

Perincian Hukum bagi Wanita Haid Pemilik Kebiasaan Waktu dan Jumlah (‘Adah Adadiyah wa Waqtiyah)



Perempuan yang mempunyai kebiasaan waktu dan jumlah, jika ia melihat darah keluar pada waktu kebiasaannya, atau tiga hari lebih maju, atau tiga hari lebih mundur, sehingga dikatakan waktu haidnya terkadang maju atau mundur, meskipun darah tersebut tidak mempunyai ciri-ciri haid, maka ia harus tetap berprilaku sebagai orang haid. Adapun kalau setelahnya ia mengetahui ternyata bukan haid, seperti sebelum tiga hari sudah suci, maka ibadah yang ia tinggalkan harus ia qadha 

Aku Bangga kepada-mu Sayang…!



2040052954_d02f4f70e7_m.jpg
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. (QS Ar-Ruum:21)
Rasulullah bersabda: “Tidak ada bangunan dalam Islam yang lebih aku cintai dan lebih aku muliakan dari pernikahan . ” (Muntakhab Mizanul-Hikmah halaman 252

Ma, Tuhan Berada dimana Sich?



 
“Mama Allah ada di mana?”, kami jawab: “Ada di mana-mana”. Ketika ia mendengar jawaban saya secara spontan ia bertanya kembali: “Berarti kalau gitu Tuhan itu banyak dong, khan katanya ada di mana-mana?!”, ujarnya dengan penuh percaya diri …



(Mengenalkan Esensi Tuhan kepada Anak)
  

Dan Dia bersama Kalian dimanapun kalian berada” (QS al-Hadid : 4)
Katakan (wahai Muhamad): Tuhan itu Esa.” (QS al-Ikhlas : 1)


Feminisme dan Kesalahan Paradigma



Di sinilah peran penting para talabeh perempuan di Qom Al Muqaddasah (Iran) ini. Kita para pengikut Ahlul Bait meyakini bahwa Islam, Al Quran, hadis-hadis, dan sunnah yang bersumber dari Ahlul Bait adalah benar adanya. Oleh karena itu, tidak mungkin ada ketidakadilan di dalamnya. Tuduhan-tuduhan atas ketidakadilan Islam, sebagaimana telah saya bahas di atas, berakar pada kesalahan paradigma kaum muslim sendiri dalam memandang perempuan, yang bersumber dari kesalahpahaman, pencampuran tradisi dengan agama, kejumudan cara berpikir mereka, serta berkuasanya pemerintahan yang despotik. Keunggulan mazhab Ahlul Bait adalah dasar-dasar mantiq (logika)-nya yang kuat serta keluasan penafsiran filosofisnya atas berbagai hukum. Tanpa penafsiran filosofis, hukum Islam akan dipahami secara salah.
Oleh: Dina Y. Sulaeman

Perempuan dalam Perspektif Agama Samawi



Dalam ajaran Injil ulangan 25: 11-12 yang memerintahkan kita untuk memotong tangan perempuan yang menolong suaminya. Sementara dalam “Keluaran 21:7. Anda akan mendapat informasi bahwa seorang laki-laki dapat menjual anak perempuannya” . Sehingga Marthin Luther pendiri Mazhab Protestan berpesan agar menjauhkan perempuan dari tempat pelajaran, sebab tidak ada gunanya mendidik perempuan. Akhirnya Paus Cregorius VII memberi keputusan,“Para padri Kristen dilarang keras beristri, karena meraba tubuh perempan itu najis”. Dan dalam ajaran Yahudi, martabat wanita sama dengan pembantu. Ayah berhak menjual anak perempuan kalau ia tidak mempunyai saudara laki-laki. Ajaran mereka menganggap wanita sebagai sumber laknat karena dialah yang membuat Adam terusir dari Surga.
Oleh: Sekha al-Idrus

Hak Hak Wanita dalam Perspektif Imam Khomeini [ra]



Salah satu koresponden Jerman bertemu dan mewancarai Imam. Di bertanya, “Kami mendengar kalau Tasyayyu’ (baca: Syiah) menolak pola yang tidak sesuai dengan pola keberagamaan ?”. Imam menjawab, “Tasyayyu’ adalah aliran revolusioner dan penerus agama Muhammad saww, begitu pula pengikutnya yang selalu menjadi bahan (obyek) teror para pengecut dan penjajah. Tasyayyu’ bukan hanya tidak menolak peranan wanita dalam bidang-bidang kehidupan bahkan dalam kehidupan sosial politik selalu memposisikan wanita pada tempat yang tinggi. Kami menerima kemajuan Barat tapi tidak untuk kejahatan yang mereka sendiri teriakkan untuk itu”.
Oleh: Khairi Fitrian Jamalullail

Islam dan Peran Perempuan di Masyarakat: Perspektif Imam Khomaini ra



Tidak sedikit kalangan agamawan yang mencoba memberikan solusi. Alih-alih memberikan solusi, malah sebaliknya menambah kerumitan persoalan. Maka, mengikuti kelaziman, mempercayakan persoalan ini kepada nara sumber yang memiliki kapasitas dalam menguraikan kerumitan sumber hukum, didukung sikap jujur terhadap pandangannya. Imam Khomeini (ra) adalah salah satu sosok yang layak untuk diangkat. Tidak sedikit pernyataan beliau berkaitan dengan persoalan perempuan, baik yang disampaikan dalam berbagai kongres perempuan, hari ibu ataupun pertemuan-pertemuan lainnya. Dengan mengamati berbagai pernyataan Imam tersebut, kita akan mencoba memahami bagaimana sebenarnya pemikiran Imam, terutama berkaitan dengan peran perempuan di masyarakat.
Oleh: Afifah Ahmad

Singgasana Para Pengantin; Ketegaran yang Berbuah Kebahagian



Dalam dunia kehidupan rumah tangga, bila pihak suami maupun istri bertindak tak ubahnya seorang majikan yang suka memerintah pembantunya, maka tak ada pilihan lain bagi pasangannya kecuali bersikap taat dan berserah diri. Kita seringkali menemui seorang suami yang memperlakukan istrinya seperti pelayan atau budak yang tidak punya pilihan selain ketaatan. Ini tercermin dari pertanyaan-pertanyaan sinis sang suami kepada istrinya seperti; mengapa engkau tidak mengerjakan ini, mengapa tidak engkau hidangkan makanan ini, mengapa dan mengapa. Seperti celoteh interogatif jaksa penuntut dihadapan terdakwa.
Karya: DR. Ali Qo’imi

Jumat, 18 November 2011

Tujuan Perkawinan


Perkawinan merupakan kebtuhan fitri setiap manusia yang memberikan banyak hasil yang penting, di antaranya adalah:

Pembentukan sebuah keluarga yang di dalamnya seseorangd apat menemukan kedamaian pikiran. Orang yang tidak kawin bagaikan seekor burung tanpa sarang. Perkawinan merupakan perlindungan bagi seseorang yang merasa seolah-olah hilang di belantara kehidupan; orang dapat menemukan pasangan hidup yang akan berbagi dalam kesenangan dan penderitaan.

Pandangan Agama terhadap Kesucian dan Hijab (Bagian pertama)


Kesucian dan hijab merupakan dua nilai luhur yang selalu berdampingan di tengah masyarakat. Sejatinya, hijab adalah perkara zahir, sementara kesucian adalah kondisi batin yang memiliki berbagai dimensi. Sebagian kalangan memandang kesucian jauh melebihi hijab. Karena mereka berkeyakinan, salah satu faktor penyebab munculnya krisis moral dan sosial, karena telah diabaikannya masalah hijab dan kesucian di tengah masyarakat. Filsosof Perancis abad 18, Montesquieu menuturkan, "Dalam gerakan demokrasi, hilangnya kesucian merupakan kesialan dan kerusakan terbesar yang bisa meruntuhkan pondasi pemerintahan".

Pandangan Agama terhadap Kesucian dan Hijab (Bagian kedua)


Salah satu tanda utama kesucian adalah hijab. Rasa malu, kesucian, dan hijab adalah tiga ihwal yang saling berkaitan erat. Hijab dibangun di atas landasan kesucian, sementara kesucian bersandarkan malu. Sejatinya, rasa malu merupakan pencerminan dari kecendrungan fitrah manusia untuk mengenakan pakaian. Dalam diri manusia, terdapat daya penahan dan pemandu yang disebut malu. Daya ini bisa mencegah manusia dari pelbagai perbuatan yang tidak etis. Terkait hal ini, al-Quran dalam surat al-A'raf, ayat 22, mengangkat masalah malu lewat kisah nabi Adam dan Hawa, dan berkata: "Maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah terlarang) dengan tipu daya. Tatkala keduanya, telah merasai buah kayu itu, nampakalah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga".

Kedudukan Perempuan Dalam Pandangan Imam Ali as



Meski perempuan pada dasarnya memiliki fisik yang lemah dan lembut, namun ia memiliki perasaan dan naluri yang kuat, yang diciptakan oleh Allah Swt guna mengemban tugas pendidikan dan pengajaran masyarakat untuk menghantarkan umat manusia kepada kesempurnaan. Allah Swt menciptakan perempuan, yang merupakan manifestasi keindahan Ilahi, yang juga tempat kaum lelaki memperoleh ketenangan dan ketentraman, dalam rangka menghiasi rumah dan keluarga dengan pancaran kasih sayang dan kelemah lembutannya. Imam Ali as berkata, "Perempuan adalah bagaikan sekuntum bunga yang menebar keharuman."

Kecenderungan Baru Kepada Busana Muslimah


Berdasarkan laporan-laporan yang diperoleh, kaum perempuan muslimah di negara-negara Eropa, dimana sebagian besar mereka merupakan lapisan muda dalam masyarakat, mampu memperkenalkan identitas Islam seorang perempuan, melalui pemilihan celana, pakaian-pakaian panjang dan kerudung berwarna-warni. Kaum perempuan ini telah berhasil mengangkat pakaian lengkap mereka sebagai mode yang disukai. Dalam beberapa laporan yang kami terima, dikatakan bahwa di tengah masyarakat Eropa, pakaian Islam yang dikenakan di lingkungan kerja dan acara-acara pertemuan, menarik perhatian sejumlah besar wanita dengan model pakaian moderen.

Syuhada Perempuan, Simbol Perjuangan Menyeluruh



Setiap tahun, saat perayaan hari kemenangan Revolusi Islam Iran digelar, ada banyak kegiatan budaya yang diselenggarakan oleh warga maupun pemerintah Iran. Salah satu acara yang paling menarik adalah upacara pemberian penghargaan kepada para komponen bangsa yang banyak berjasa dan mengorbankan jiwa dan raganya untuk perjuangan Revolusi Islam. Karena itu, baru-baru ini, Tehran menjadi tuan rumah konferensi para syuhada perempuan. Konferensi digelar untuk mengenang dan memberikan penghargaan kepada lebih dari 6 ribu syuhada perempuan.