Laman

Tampilkan postingan dengan label Syiah Sunni. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syiah Sunni. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Juli 2012

Beberapa Kriteria Sahabat Dalam Al-Qur'an

Beberapa kriteria buruk sahabat dalam Al-quran :

 (1) ADA YANG MENINGGALKAN NABI KETIKA SEDANG KHOTBAH JUM’AT, HANYA UNTUK MELIHAT PERNIAGAAN DAN PERMAINAN bahkan sebagian mereka lebih memilih perdagangan dan permainan daripada mendengarkan Nabiullah Muhammad saww berkhutbah, “Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berkhotbah). Katakanlah: “Apa yang di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan perniagaan”, dan Allah Sebaik-baik Pemberi rezeki” (Qs. Al Jumuah : 11)

(2) ADA YANG MENYAKITI NABIT DENGAN MEMBUAT GOSIP MURAHAN Di antara mereka ada yang menyakiti Nabi dan mengatakan: “Nabi mempercayai semua apa yang didengarnya”. Katakanlah: “Ia mempercayai semua yang baik bagi kamu, ia beriman kepada Allah, mempercayai orang-orang mukmin, dan menjadi rahmat bagi orang-orang yang beriman di antara kamu”. Dan orang-orang yang menyakiti Rasulullah itu, bagi mereka azab yang pedih. (At Taubah : 61) 

(3) ADA YANG BERSUMPAH PALSU Mereka bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa mereka tidak mengatakan (sesuatu yang menyakitimu). Sesungguhnya mereka telah mengucapkan perkataan kekafiran, dan telah menjadi kafir sesudah Islam dan mengingini apa yang mereka tidak dapat mencapainya, dan mereka tidak mencela (Allah dan Rasul-Nya), kecuali karena Allah dan Rasul-Nya telah melimpahkan karunia-Nya kepada mereka. Maka jika mereka bertaubat, itu adalah lebih baik bagi mereka, dan jika mereka berpaling, niscaya Allah akan mengazab mereka dengan azab yang pedih di dunia dan akhirat; dan mereka sekali-kali tidaklah mempunyai pelindung dan tidak (pula) penolong di muka bumi. (At Taubah : 74)

(4) ADA YANG KIKIR DAN ENGGANG BERSEDEKAH Dan diantara mereka ada orang yang telah berikrar kepada Allah: “Sesungguhnya jika Allah memberikan sebahagian karunia-Nya kepada kami, pastilah kami akan bersedekah dan pastilah kami termasuk orang-orang yang saleh. Maka setelah Allah memberikan kepada mereka sebahagian dari karunia-Nya, mereka kikir dengan karunia itu, dan berpaling, dan mereka memanglah orang-orang yang selalu membelakangi (kebenaran).(At Taubah : 75-76)

(5) ADA YANG MENINGGIKAN SUARA DIHADAPAN NABI DAN BERKATA DENGAN SUARA KASAR (KERAS) Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara yang keras, sebagaimana kerasnya suara sebagian kamu terhadap sebagian yang lain, supaya tidak hapus (pahala) amalanmu, sedangkan kamu tidak menyadari. (Al Hujuraat : 2)

(6) ADA YANG MENCAMPUR ADUKKAN KEBAIKAN DAN KEBURUKAN “Dan ada pula yang lain, yang mengakui dosa-dosa mereka, mereka mencampuradukkan pekerjaan yang baik dengan pekerjaan lain yang buruk. Mudah-mudahan Allah menerima tobat mereka. Sesungguhnya Allah Maha pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. At-Taubah: 102).

(7) ADA YANG BERPRASANGKA SEPERTI PRASANGKA JAHILIYA KEPADA ALLAH – KETIKA RASULULLAH MENYERUKAN UNTUK BERPERANG Kemudian setelah kamu berdukacita, Allah menurunkan kepada kamu keamanan (berupa) kantuk yang meliputi segolongan dari pada kamu, sedang segolongan lagi telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri, mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliyah. Mereka berkata: “Apakah ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini?”. Katakanlah: “Sesungguhnya urusan itu seluruhnya di tangan Allah”. Mereka menyembunyikan dalam hati mereka apa yang tidak mereka terangkan kepadamu; mereka berkata: “Sekiranya ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini”. Katakanlah: “Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh”. Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati.(Ali Imran : 154)

(8) ADA YANG MENGANGGAP JANJI ALLAH DAN RASULULLAH SEBAGAI TIPU DAYA “Dan (ingatlah) ketika orang- orang munafik DAN orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya berkata:” Allah dan Rasul-Nya tidak menjanjikan kepada kami melainkan tipu daya.” (QS. Al Ahzâb ;12)

(9) ADA YANG ENGGAN UNTUK IKUT DALAM BERPERANG “Wahai orang-orang yang beriman! Bersiap siagalah kamu dan majulah (ke medan pertempuran) secara berkelompok atau majulah bersama-sama (serentak). Dan sesungguhnya di antara kamu pasti ada orang yang sangat enggan (ke medan pertempuran). Lalu jika kamu ditimpa musibah dia berkata, “Sungguh, Allah telah memberikan nikmat kepadaku, karena aku tidak ikut berperang bersama mereka.”(Qs. An-Nisa’: 71-72).

(10) JIKA MEREKA IKUT PERANG, MALAH MEMBUAT KEKACAUAN DAN MELEMAHKAN” Jika (mereka berangkat bersamamu), niscaya mereka tidak akan menambah (kekuatan)mu, malah hanya akan membuat kekacauan, dan mereka tentu bergegas maju kedepan di celah-celah barisanmu untuk mengadakan kekacauan (dibarisanmu); sedang diantara kamu ada orang-orang yang sangat suka mendengarkan (perkataan) mereka. Allah mengetahui orang-orang yang dzalim.”(Qs. At-Taubah: 47).

(11) LARI DARI MEDAN PERANG Sesungguhnya Allah telah menolong kamu (hai para mukminin) di medan peperangan yang banyak, dan (ingatlah) peperangan Hunain, yaitu diwaktu kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlah(mu), maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikitpun, dan bumi yang luas itu telah terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari kebelakang dengan bercerai-berai.(At Taubah : 25)

(12) TIDAK MEMATUHI PERINTAH NABI, HANYA DEMI BEREBUT RAMPASAN PERANG (Ingatlah) ketika kamu lari dan tidak menoleh kepada seseorangpun, sedang Rasul yang berada di antara kawan-kawanmu yang lain memanggil kamu, karena itu Allah menimpakan atas kamu kesedihan atas kesedihan, supaya kamu jangan bersedih hati terhadap apa yang luput dari pada kamu dan terhadap apa yang menimpa kamu. Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Ali Imran : 153)

Rabu, 04 Juli 2012

Allah SWT dan Nabi SAW juga melaknat dan mencaci sejumlah sahabat !


ilust_1
Adapun laknat, maka tidak bisa kita katakana tidak boleh atau haram, sebab Allah SWT di dalam Al Quran menyebutkan kurang lebih 38 kali, bahwa diri-Nya melaknat orang-orang yang dzalim, orang-orang kafir, orang-orang yang tidak melakukan amar makruf dan nahi mungkar dari kaum Bani Israil melalui Nabi Isa dan Daud. Begitu juga dalam banyak hadits disebutkan, bahwa Allah melaknat orang yang menyuap dan penerima suap, yang membangun kuburan sebagai sesembahan, yang meminum minuman khamer, penjualnya, yang memproduksinya, yang membawanya dan banyak lagi yang lainnya.

Rabu, 23 Mei 2012

Nabi(s) Memerangi Orang Yang Memerangi Ahlulbait(as)


Kebenaran selalu bersama Ahlul Bait iaitu Imam Ali AS, Sayyidah Fatimah AS, Imam Hasan AS dan Imam Husain AS. Rasulullah SAW telah berwasiat kepada umatnya agar berpegang teguh kepada Ahlul Bait supaya terhindar dari kesesatan. Tetapi kenyataannya sebahagian orang menyelisihi Ahlul Bait, menyimpang dari mereka bahkan sampai memerangi mereka. Padahal Rasulullah SAW telah menyatakan bahwa baginda akan memerangi siapapun yang memerangi Ahlul Bait dan berdamai dengan siapapun yang berdamai dengan Ahlul Bait.

Selasa, 22 Mei 2012

Laknat


Salam dan Solawat.


Ya Fatimah Zahra

Baru-baru ini, kes laknat menjadi isu besar semula akibat perbuatan Syeikh Yasser Al Habib, yang membuat penghinaan bersifat peribadi ke atas simbol-simbol AhlulSunnah. Bagaimanapun keributan itu akhirnya dipadamkan atau berjaya diredakan dengan pengeluaran fatwa menghina peribadi-peribadi ini oleh Ayatollah Ali Khamenei.

Darah Siapa Yang Halal?

Salam wa rahmatollah.

Antara alasan paling bodoh dikemukakan oleh pihak JAIS dalam penangkapan penganut Syiah ialah dengan membuat pertuduhan bahawa Syiah menggangap penganut mazhab lain sebagai kafir dan darah mereka halal untuk di bunuh. Entah berdasarkan hujah apa mereka membuat pertuduhan bodoh ini, saya rasa, ramai orang JAIS sendiri tidak akan percaya hujah mengarut ini. Kalau percaya, bodohlah kalian.

Fatwa-Fatwa Rasmi Ulama Besar Sunni Berkenaan Mazhab Ja`fari(Syiah Imamiyah)

Sejak sekian lama Universiti Al-Azhar Asy-Syarif yang berada di kota Kairo-Mesir telah menjadi pusat dan kiblat pendidikan bagi masyarakat Ahlus Sunnah. Al-Azhar telah banyak mencetak para ulama dan tokoh Ahlus Sunnah yang kemudian tersebar di segala penjuru dunia, termasuk Malaysia & Indonesia. Para alumni al-Azhar dapat bersaing dengan alumni-alumni Timur Tengah  seperti Saudi Arabia, Sudan, Tunis, Moroko, Jordan, Qatar dan negara-negara lainnya. Inilah salah satu penyebab al-Azhar menjadi semakin berpengaruh di berbagai negara muslim dunia, sehingga seorang pemimpin al-Azhar menjadi rujukan dan panutan bagi pemimpin perguruan tingi lain di Timur Tengah.Di sini, saya akan menunjukkan beberapa fatwa dari para petinggi al-Azhar berkenaan kebebasan beramal dengan mazhab Ja`fari, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Syiah Imamiah Itsna ‘Asyariyah. Kita akan mulai dengan fatwa dari guru besar yang memulai fatwa pembolehan tersebut.

Suhakam Berjanji Akan Bela Syiah di Malaysia

Sebelas tokoh Syiah di Malaysia, hari ini (Isnin, 14/2) melakukan pertemuan dengan wakil Komisi Hak Asasi Manusia Malaysia (Suhakam), Profesor Dr Dato Mahmood Zuhdi.

Menurut laporan tersebut, pembicaraan di meja bulat ini dinilai positif. Prof Dato Mahmood dalam pertemuan itu berjanji akan membantu masyarakat Syiah di negara ini sehingga mereka mendapat hak-hak seperti warga negara Malaysia lainnya.

Sebelumnya, Datuk Mahmood dalam wawancaranya mengatakan, “Kalau (baca; Andai) Syiah dibenarkan berkembang di negara ini, baiknya tidak ada.” Dikatakannya pula, “Bila Syiah dibenarkan, ini akan menimbulkan perpecahan.”

Menanggapi komentar tersebut, sejumlah tokoh Syiah menyesalkan sikap Profesor Mahmood yang dianggap subjektif dalam menilai ajaran Ahlul Bait as yang juga diistilahkan dengan Madzhab Jafari. Sementara itu, banyak masyarakat Tionghua, India, Dayak dan Iban di Malaysia dengan menganut berbagai ajaran. Meski demikian, tidak ada yang beranggapan bahwa beragamanya ajaran di negara ini akan menyebabkan perpecahan. Untuk itu, Syiah yang juga meninggikan ajaran-ajaran keluarga suci Rasulullah, senantiasa mengedepankan nilai-nilai perdamaian dan kasih sayang.

Kamil Zuhairi Abdul Aziz yang juga termasuk salah satu tokoh Syiah terkemuka di Malaysia mengatakan, “Kami adalah muslim sama seperti muslim lainnya di negeri ini. Akan tetapi, kami hidup dalam ketakutan karena kami selalu diintimidasi dan ditahan oleh pemerintah.” Ditambahkannya, “Syiah tiba di Malaysia pada abad ke-14. Untuk itu, Syiah bukanlah ajaran baru di negara ini.” 

(IRIB/AR/SL)

InsyaAlah, ada harapan kebebasan beragama.

Masyarakat Syiah berjaya anjur Maulid Rasul Dengan AhlulSunnah

Agensi Berita Ahlul Bait (ABNA.ir) – Berbekalkan semangat cintakan Rasulullah dan keluarga baginda, masyarakat Syiah di Selangor dan Kedah berjaya menganjurkan majlis Maulidur Rasul dengan kehadiran saudara-saudara Ahlusunnah Wal Jamaah. Pada 27 Februari lalu, majlis Maulidur Rasul yang bertempat di Hawzah Imam Ali Ar-Ridha, Sri Gombak telah dihadiri lebih seribu umat Islam. Majlis ini turut menarik perhatian masyarakat dari bangsa India dan Tionghua untuk hadir dan mengetahui lebih lanjut mengenai penderitaan pengikut mazhab Syiah Imamiyah yang ditindas di Malaysia.



Dokumen perdamaian ini buat kali pertama ditanda tangani oleh kedua pihak Sunni dan Syiah setelah tercetusnya peristiwa rusuhan di Madinah pada hari Asyura lalu.

Majlis tandatangan dokumen perpaduan kedua pihak berlangsung petang kelmarin dengan tema “Integrasi keamanan seumpama keluarga” dengan kehadiran dua ratus warga tempatan yang bermazhab Syiah dan Sunni terdiri dari pegawai-pegawai Saudi di dewan al-Danah, Madinah al-Munawwarah. Majlis ini turut mendapat sokongan Amir wilayah Abdul Aziz bin Majid dengan kawalan keselamatan yang sangat ketat.
Dokumen ini ditandatangani oleh Tahir Abdul Mun’im al-Hajuj dan Soleh al-Jud’an daripada pihak Syiah Madinah. Manakala pihak Ahlusunnah pula ditandatangani oleh Faisal Abu Rab’ah dan Sulaiman bin Ghamid al-Sa’idi dari wilayah al-’Ashbah.

Dokumen ini mengandungi butiran kerjasama kedua pihak tentang persaudaraan Syiah dan Sunni, kerjasama dalam aktiviti sodial, menentang fitnah dan penghinaan, serta penekanan terhadap keamanan serantau.
Baru-baru ini sambutan Asyura di Madinah al-Munawwarah dicemari dengan kumpulan ekstremis Wahabi yang menyerang para hadirin majlis Asyura dengan batu dan kayu di wilayah al-Quba.

Serangan ini menyebabkan kecederaan beberapa orang hadirin dan kemusnahan harta benda awam. Meskipun begitu pasukan polis telah menangkap 38 orang Syiah dan sedikit sekali Wahabi yang ditahan.

Ahlulsunnah dan Syi’ah Shalat Jum’at Bersama Di Saudi Arabia

Ahlulsunnah dan Syi’ah Shalat Jum’at Bersama Di Saudi Arabia
 
Sebagai sokongan ke atas konferens “ Dialog Antara Mazhab Islam” yang diadakan beberapa minggu lalu di Saudi Arabia, para aktivis Ahli sunah [bukan wahabi] mengajak warga Syiah untuk mendirikan solat Jumaat bersama Ahli Sunah. Seperti yang di nukil oleh laman web shia-online, solat Jumaat bersama itu dilaksanakan di masjid Syiah di Makkah Mukarramah.
 
Ini adalah satu langkah ke arah kesatuan umat. Ini adalah satu langkah kearah kemenangan Islam. Ini adalah satu langkah kearah kebangkitan Imam Al Mahdi.

Wahai umat Muhammad! Sedarlah, kita mempunyai Tuhan yang sama, Rasul yang sama, Al Quran yang sama, Qiblat yang sama, 2 tanah suci yang sama dan matlamat yang sama, Redha Illahi

Mari kita bersama elakkan perpecahan dan galakkan kesatuan. Mencari persamaan dan menjauhi perbezaan, Allahu Akbar!!!
Di dalam al-Quran tidak ada sebab yang mengkafirkan Syiah, saya solat dibelakang Syiah, tidak ada seorang pun ahli tafsir Ahlusunnah berkata bahawa Syiah ada Quran yang lain. Syeikh al-Azhar turut memaklumkan ia ingin menziarahi Najaf.

Pengkisahan Sejarah Bukanlah Menghina Para Sahabat

Salam wa rahmatollah. Bismillah wa bi haqqi Muhammad wa aali Muhammad.

Semasa saya masih menganut mazhab Ahlul Sunnah, saya mengingati zaman itu dengan kepercayaan bahawa para sahabat ialah orang-orang yang terbaik selepas Rasulullah(sawa). Mereka adil, sentiasa berniat baik dan Jarah wa Ta’dil tidak boleh digunakan ke atas mereka. Dengan kedudukan yang hampir mencapai taraf maksum ini, maka sudah tentu, apabila kita mendengar perkara yang tidak elok tentang mereka, maka lantas kita terus menuduh orang yang mengucapkannya sebagai penipu, pembohong, kafir dan lain-lain. Ajaran dan pegangan yang disuapkan oleh Sunni menyebabkan kita tidak boleh menerima kenyataan sejarah bahawa para sahabat memang tidak seperti yang kita fantasikan.

Sekilas Buku Mengapa Aku Meninggalkan Syiah: Dr. Abu Mahdi Qazwini

بسم اللّه الرحمن الرحيم‏

Mukadimah.
Menurut
salah satu pusat penyelidikan yang berpengkalan di Hawzah (pusat
pengajian agama) di Qom, lambakan buku-buku yang ditulis untuk memerangi
Syiah di sepanjang sejarah telah melebihi dari 5000 judul dan secara
keseluruhan hampir 7000 bab-bab dan syubhat yang yang berada di dalam
600 tajuk di dalam buku-buku tersebut.

al Kazzab al Uzma Sayyid Al Burqui

Salam alaikum wa rahmatollah. Bismihi Taala.
Berikut adalah cebisan dari sebuah laman anti Syiah, yang menulis tentang keluarnya seorang ulama besar Syiah dari mazhabnya, bertaubat dan menjadi seorang Sunni. Mari kita baca.

Minggu, 29 April 2012

Imam 'Ali as Melaknat Mu'awiyah Dalam Shalat

حدثنا هشيم قال أخبرنا حصين قال حدثنا عبد الرحمن بن معقل قال صليت مع علي صلاة الغداة قال فقنت فقال في قنوته اللهم عليك بمعاوية وأشياعه وعمرو بن العاص وأشياعه وأبا السلمي وأشياعه وعبد الله بن قيس وأشياعه

Telah menceritakan kepada kami Husyaim yang berkata telah mengabarkan kepada kami Hushain yang berkata telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Ma’qil yang berkata, Aku shalat bersama 'Ali dalam shalat fajar dan kemudian ketika Qunut Beliau berkata “Ya Allah hukumlah Muawiyah dan pengikutnya, Amru bin Ash dan pengikutnya, Abu As Sulami dan pengikutnya, Abdullah bin Qais dan pengikutnya”.
[Al Mushannaf Ibnu Abi Syaibah 2/108 no 7050]

Sabtu, 24 Maret 2012

kaum Asy’ariyyah masa kini tidak mampu lagi membedakan yang mana pikiran Asy’ari yang asli dan mana pikiran ulama pengikut Asy’ari


Mazhab Ahlusunnah Wal Jama’ah (sunni) mengikuti Imam Asy’ari dan Maturidi dalam hal tauhid, Mazhab Syafi’i dalam hal fikih dan tasawuf nya mengikuti Al Ghazali ?? Adakah yang menyuruh anda anda berimam pada mereka ?? Dasarnya apa ?? Dalilnya mana ???
Karya Abu Hasan Al Asy’ari yang paling termasyhur adalah kitab Maqalat Al Islamiyyin. Ini merupakan sebuah karya yang sangat kacau dan berantakan. Karya lainnya yang terbit adalah kitab Al Luma’  dan kitab Al Ibanah

Jumat, 02 Maret 2012

Benarkah ada 10 Sahabat Dijamin Masuk Sorga?


Jika hadis itu tidak dapat dipertangungjawabkan maka masihkah kita akan menggembar-gemborkan keutamaan 10 sahabat itu sebagai “yang mendapat jaminan masuk sorga” (‘asyrah mubassyariin bil jannah) oleh Allah melalui lisan suci Rasulullah? Pada zaman siapakah dan atas perintah siapakah hadis itu dibuat? Silahkan teliti kembali untuk membuka hakekat pemalsuan atas nama Rasul itu…!

Selasa, 28 Februari 2012

Kitab Ibnu Qutaibah dan Kutukan Imam Ali kepada Anas bin Malik

Diakhir Kitâb Al-Ma’ârif karya Ibnu Qutaibah, ada bagian tentang “Al-Barash” di mana ia mendaftar orang-orang terkenal yang terkena penyakit leprosy [lepra/kusta] atau leukoderma selama masa hidupnya. Daftar pertama adalah Anas bin Malik, sahabat Nabi saw., dan penulis mencatat sebuah peristiwa yang menunjukkan bahwa penyebab penyakit ini adalah kutukan Imam Ali as.

Menurut terbitan edisi Mesir, ada sebuah kalimat di akhir kisah itu di mana Ibnu Qutaibah menyatakan keraguan tentang keasilan peristiwa ini. Tapi keraguan ini tidak dapat ditemukan dalam manuskrip tua kitab itu yang berusia 700 tahun di Perpustakaan Inggris!

Seruan Aidh Al-Qarniy (pengarang buku LA Tahzan)

Wahai Orang-Orang Berakal di Antara Kelompok Sunnah dan Syi`ah!

Aidh Al-Qarniy, seorang penceramah dari Saudi Arabia yang sangat terkenal di Timur tengah dan pada tahun lalu pernah berkunjung ke Indonesia. Ia juga seorang penulis yang sangat produktif. Salah satu bukunya berjudul La Tahzan (Jangan Bersedih Hati) menjadi best-seller dan dikabarkan telah melampaui satu juta copy (rekor buku-buku kontemporer berbahasa Arab). Telah diterjemahkan ke beberapa bahasa, antara lain, Inggris dan Indonesia. Tidak kurang dari lima penerbit Indonesia menerjemahkan bukunya dan mengalami sukses luar biasa (belasan bahkan puluhan kali cetak ulang). Di bawah ini tulisannya dua hari yang lalu di harian berbahasa Arab: Assharq Alawsat (terbit di london), saya terjemahkan di bawah ini dengan harapan ada manfaatnya bagi umat Islam di Indonesia. Silakan mem-forward- kannya ke milis2 yang lain jika dianggap perlu. (M. Bagir)

Ijtihad Sahabat?: Membunuh Cucu Nabi SAW, Imam Hasan AS.

KONSPIRASI PEMBUNUHAN IMAM HASAN BIN ALI (as) dalam Tarikh Ahlu Sunnah Wal Jama'ah

Setelah Imam ‘Alî bin Abî Thâlib as meninggal dibunuh oleh ‘Abdurrahmân bin Muljam dengan pedang pada waktu subuh tanggal 17 Ramadhan tahun 40 H.,24 Januari 661 M., Hasan bin ‘Alî dibaiat dan pertempuran-pertempuran dengan Mu’âwiyah berlanjut. Pada pertengahan Jumadil Awal tahun 41 H., 16September 661 M. tercapai persetujuan damai antara Hasan bin ‘Alî dan Mu’âwiyah. Surat perdamaian berbunyi sebagai berikut: