Laman

Selasa, 22 Mei 2012

Suhakam Berjanji Akan Bela Syiah di Malaysia

Sebelas tokoh Syiah di Malaysia, hari ini (Isnin, 14/2) melakukan pertemuan dengan wakil Komisi Hak Asasi Manusia Malaysia (Suhakam), Profesor Dr Dato Mahmood Zuhdi.

Menurut laporan tersebut, pembicaraan di meja bulat ini dinilai positif. Prof Dato Mahmood dalam pertemuan itu berjanji akan membantu masyarakat Syiah di negara ini sehingga mereka mendapat hak-hak seperti warga negara Malaysia lainnya.

Sebelumnya, Datuk Mahmood dalam wawancaranya mengatakan, “Kalau (baca; Andai) Syiah dibenarkan berkembang di negara ini, baiknya tidak ada.” Dikatakannya pula, “Bila Syiah dibenarkan, ini akan menimbulkan perpecahan.”

Menanggapi komentar tersebut, sejumlah tokoh Syiah menyesalkan sikap Profesor Mahmood yang dianggap subjektif dalam menilai ajaran Ahlul Bait as yang juga diistilahkan dengan Madzhab Jafari. Sementara itu, banyak masyarakat Tionghua, India, Dayak dan Iban di Malaysia dengan menganut berbagai ajaran. Meski demikian, tidak ada yang beranggapan bahwa beragamanya ajaran di negara ini akan menyebabkan perpecahan. Untuk itu, Syiah yang juga meninggikan ajaran-ajaran keluarga suci Rasulullah, senantiasa mengedepankan nilai-nilai perdamaian dan kasih sayang.

Kamil Zuhairi Abdul Aziz yang juga termasuk salah satu tokoh Syiah terkemuka di Malaysia mengatakan, “Kami adalah muslim sama seperti muslim lainnya di negeri ini. Akan tetapi, kami hidup dalam ketakutan karena kami selalu diintimidasi dan ditahan oleh pemerintah.” Ditambahkannya, “Syiah tiba di Malaysia pada abad ke-14. Untuk itu, Syiah bukanlah ajaran baru di negara ini.” 

(IRIB/AR/SL)

InsyaAlah, ada harapan kebebasan beragama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar