Laman

Kamis, 19 Mei 2011

Kaum Muslim Selain Salafi Adalah Kafir Yang Wajib Segera Dibunuh Dan Bangkainya Dibuang Ke Tempat Sampah!!!

Dari sekian banyak penyimpangan akidah yang dipertahankan dengan cara-cara ganas oleh pembesar sekte Salafi Mujassimah adalah masalah bahwa Alllah bertempat di Atas langit bersemayam di atas Arsy-Nya. Tidak sedikit ayat yang mereka perkosa penafsirannya dan hadis-hadis palsu yang mereka andalkan demi membangun akidah penyimpang yang meniscayakan banyak konsekuensi mustahil bagi Allah SWT., seperti terbatasnya Allah SWT, diliputinya Allah SWT oleh tempat dll.

Akan tetapi kendati telah begitu jelas bukti-bukti, baik dalam Alqur’an maupun Sunnah yang shahihah dan ucapan ulama dan para imam umat Islam yang dapat dipercaya yang menunjukkan kemustahilan apa yang mereka (Sekte Wahabi/Salafi Mujassimah) yakini, tetap saja mereka bersikeras dan bersikap degil… telinga-telinga mereka seakan telah tuli, mata-mata mereka seakan telah buta dan akal pikiran mereka seakan telah lumpuh…. Semua bukti itu benar-benar telah mereka abaikan dan mereka menjadi menikmati hidup dalam kubangan doktrin tajsîm dan tasybîh.



Artikel ini tidak sedang menyoroti kepalsuan dalil yang mereka ajukan. Akan tetapi ia hanya akan membongkar sebuah data rahasia yang sangat berbahaya yang menjadi dasar akidah Salafi/Wahabi Mujassimah yang berdampak mengoyak kesatuan umat Islam dan mengancam ketenteraman hidup bermasyarakat dan beragama kita semua kaum Muslimin….

Tidak puas meyakini kesesatan itu sendirian dan membiarkan kaum Msulim lainnya hidup bebas meyakini keyakian tentang Tuhan dengan akidah yang sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya, para penggede tokoh sekte Salafi menvonis kafir atas kaum Muslimin lain yang tidak mau mengimani seperti keyakinan sesat mereka!

Sungguh ironis, sekawanan kaum Salafi/Wahabi Mujassimah kini menyulap akidah sesat mereka sebagai akidah Islam murni yang akan menentukan Islam atau kafirnya kaum Muslimin lain selain mereka!!

Tetapi inilah kenyataannya… ini bukan fitnah… bukan mengada-ngada daan bukan juga mengadu domba…. Tetapi kami terpaksa membongkarnya demi membentengi kaum Muslimin dari kesesatan dan keganasan sekawanan kaum Salafi Mujassimah dan agar kita waspada dari bahaya “Doktrin Takfir” yang menjadi senjata andalah dan penyelesai kata akhir idola mereka!! Sebab keganasan “Doktrin Takfir” ini bukan tumbuh dikehampaan akan tetapi ia lahir dan tumbuh sesat dibawah asuhan para ulama Mujassimah dan disusui dengan susu beracum yang berlebel agamis…. Kerenanya ia menjadi “Doktri Pengkafiran yang Suci” yang pelakunya akan mendapat keridhaan Allah, dan bersemangat menteror kaum Muslimin dengan “Bom Takfir” adalah bagian yang suci dari jihad di jalan Allah!!

Dan untuk menghemat waktu pembaca saya akan bawakan langsung saja data rahasia “Doktrin Takfir” kaum Salafi Mujassimah.. Dan karena sangat banyak maka untuk sementara saya akan cukupkan dengan menyebutt satu dari puluhan lainnya.

Fatwa Ganas Imam Kaum Mujassimah; Ibnu Khuzaimah

Seperti biasanya, kaum lemah selalu mengawal akidahnya dengan kekerasan dan fatwa-fatwa intimidatif. Hal demikian dimaksud agar membelenggu akal-akal sehat yang mau mencoba-coba berfikir dan mempertanyakan dan kemudian mengkritisinya… itu tidak samar bagi kita semua…. Dalam mengawal akidah sesat ketinggian fisikal Alllah SWT. Ibnu Khuzaimah (yang mereka gelari dengan Imâmul aimmah/imamnya para imam) mengobral fatwa genas di bawah ini:

.

من لم يقر بأنّ الله على عرشه قد استوى فوق سبع سماوات فهو كافر ، يُستتاب ، فإنْ تاب ، وإلا ضربت عنقه ، وألقي على بعض المزابل ، حتى لا يتأذى المسلمون ولا المعاهدون بنتن ريح جيفته وكان ماله فيئاً لا يرثه أحدٌ من المسلمين ، إذْ المسلم لا يرث من الكافر كما قال النبي (ص)
.

“Barang siapa yang tidak mengakui bahwa Alllah itu berada di atas Arsy-Nya; bersemayam di atas langit ketujuh maka ia adalah KAFIR, dipaksa bertaubat, jika mau tobat (maka ia dibebaskan) jika tidak maka kepalanya wajib dipenggal dan bangkainya dilempar ke sebagian tempat sampah agar kaum Muslimin dan kaum kafir dzimmi tidak terganggu dengan bau busuk bangkainya. Hartanya dibagi untuk kaum Muslimin sebagai rampasan perang, ia (harta itu) tidak boleh diwarisi keluarga/ahli warisnya dari kalangan kaum Muslimin sebab seorang Muslim tidak boleh mewarisi harta orang KAFIR, seperti disabdakan Nabi saw.”

.

Fatwa ganas di atas telah diabadikan oleh gembong Mujassimah lain bermana Ibnu Qudamah al Maqdisi dalam kitab Itsbât Shifat al ‘Uluw : 138-139 dan juga oleh adz Dzahabi seperti dalam Mukhtashar al ‘Uluw:225.

Abu Salafy berkata sambil mengeleng-gelengkan kepala:

Sungguh gila fatwa Ibnu Khuzaimah di atas. Dan sungguh ganas doktri Takfir yang diajarkan para tokoh Salafi Mujassimah kepada para penganut sekte ini… dan sungguh bahaya dampak ajaran sekte yang ditegakkan di atas “Doktrin Pengkafiran ugal-ugalan”…

Dengan fatwa gila di atas, maka seluruh kaum Muslimin selain Salafi Mujassimah baik dari kalangan penganut mazhab Asy’ariyah, maunpun Mu’tazilah dan Syi’ah menjadi kafir dan halal darah-darah terhormat mereka. Seperti para tokoh mazhab Asya’riyah misalnya telah menolak dan mengecam keras akidah tajsîm yang dikawal dengan keganasan fatwa oleh Ibnu Khuzaimah di atas…. Akan menjadi panjanglah halaman artikel jika saya menyebut nama-nama para tokoh Asy’ariyah itu saja, apalagi menyebut nama-nama tokoh Syi’ah dan Mu’tazailah….

Dan akan semakin menjadi panjang jika saya sebutkan keterangan berharga mereka… di sini saya akan menyebutkan nama-nama seperti: al hafidz Ibu Hajar al Asqallâni, Imam Fakhruddîn ar Râzi [1], Imam Ghazzâli, Imam as Subki, Imam al Qurthubi (penulis kitab tafsir terkenal), Imam al Baidhawi, Imam Dabruddîn al A’ni (penulis syarah atas Shahih Bukhari), al Hafidz al Baihaqi dan ratusan lainnnya… maka berdasarkan fatwa gila di atas mereka semua adalaah kaum KAFIR YANG WAJIB SEGERA DIBANTAI JIKA TIDAK MAU BERTAUBAT!!!

Dengan fatwa gila di atas maka jumhur ulama dn mayoritas kaum Muslimin adalah KAFIR YANG WAJIB SEGERA DIBUNUH JIKA MEREKA ENGGAN BERTOBAT. Sebab jumhur ulama Islam berseberangan dengan akidah kaum Salafi Mujassimah di atas.

Ibnu Hajar berkata, ketika menerangkan hadis nuzûl:

.

استدل به من أثبت الجهة وقال : هي جهة العلو ، وأنكر ذلك الجمهور ، لأن القول بذلك يفضي إلى التحيز ، تعالى الله عن ذلك .
.

“Dengan hadis ini orang yang menetapkan jihah/arah/tempat bagi Allah berdalil. Tetapi Jumhûr ulama menginngkarinya. Sebab pendapat/keyakinan itu meniscayakan bahwa Allah itu berada di sebuah tempat. Maha Suci Allah darinya.”[2]

.

Abu Salafy Berkata seraya mengangkat tangan berdoa:

Ya Allah selamatkanlah kaum Muslimin dari bahaya dan kesesatan akidah dan keyakinan kaum Salafi/Wahabi Mujassimah yang haus darah. Âmîn Yâ Rrabbal Âlâmîn.

[1] Imam ar Râzi adalah salah seorang tokoh ulama bermazhab Asy’ariyah, tetapi seperti kebiasaan kaum Mujassimah, mereka menyebut selain mereka, termasuk kelompok Asy’ariyah sebagai jahmiyah. Imam ar Râzi menulis sebuah buku dengan judul Asâs at Taqdîs, kemudian dibantah oleh Ibnu Taimiyah dengan kitab berjudul Talbîs al Jahmiyah.. dari sini Anda dapat mengerti bahwa ejekan Jahmiyah itu sering kali mereka lontarkan secara “serampangan dan ngawur” kepada penganut mazhab Asy’ariyah. Dan jamhiyah itu mereka vonis kafir… maka kesimpulannya akan menajdi jelas dan sangat berbahaya!!
[2] Fathu al Bâri,3/30. Dâr al Ma’rifah/Beirut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar