Laman

Jumat, 30 Maret 2012

Seri Hak-hak Asasi Manusia dalam Pandangan Imam As-Sajjad Hak-hak Kerabat



1. Hak Ibu

Adapun hak ibumu, maka hendaklah kamu mengetahui bahwasanya dia (ibumu) telah mengandungmu yang tidak ada seorang pun yang sanggup memikul sepertinya, dan dia telah memberimu makan dari buah hatinya yang tidak ada seorang pun yang sanggup memberi makan seorang pun sepertinya. Dia adalah waktumu dengan telinganya, matanya, tangannya, kakinya, rambutnya, kulitnya, dan semua anggota tubuhnya. Dia merasa senang dan senantiasa merasa gembira melakukan semua itu. Tatkala mengandungmu, dia rela menanggung segala kesulitan, sakit, berat, susah sampai kemudian dia mendorongmu dengan penuh kekuatan dan mengeluarkanmu ke bumi. Dia senang jika kamu kenyang, meskipun dia sendiri harus lapar; memberimu pakaian, meskipun dia sendiri telanjang; memberimu minum hingga puas, meskipun dia sendiri haus; menaungimu (dari panas matahari), meskipun dia sendiri kepanasan; menyejahterakanmu, meskipun dia sendiri sengsara; dan menidurkanmu dengan nyaman, meskipun dia sendiri tidak tidur.


Perutnya adalah wadah bagimu, pangkuannya adalah ayoman bagimu, kedua susunya adalah minuman bagimu, dan jiwanya adalah perlindungan bagimu. Dia rela menggeluti panasnya dunia dan dinginnya untukmu dan selainmu. Oleh karena itu, hendaklah kamu mensyukuri ibumu atas semua itu, dan kamu tidak akan sanggup melakukan itu kecuali dengan pertolongan Allah dan taufiq-Nya.

2. Hak Ayah

Adapun hak ayahmu, maka ketahuilah dia adalah asalmu, dan bahwasanya kamu adalah cabangnya, dan bahwasanya kamu tanpanya tidak akan ada (di dunia ini). Apa pun yang kamu lihat pada dirimu di antara hal yang menyenangkanmu, maka ketahuilah bahwa ayahmu adalah asal nikmat yang ada padamu itu. Oleh karena itu, hendaklah kamu memuji Allah dan bersyukurlah kepada ayahmu atas semua itu. Dan tidak ada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.

3. Hak Anak

Adapun hak anakmu, maka ketahuilah bahwasanya dia adalah darimu dan digabungkan kepadamu di dunia ini, baik dalam kebaikannya maupun keburukannya, dan bahwasanya kamu bertanggung jawab atas apa yang diwajibkan kepadamu terhadapnya, yaitu mengajarkannya adab yang baik, menunjukkan kepada Tuhannya, dan membantunya untuk taat kepada-Nya, baik berkenaan denganmu maupun dirinya. Maka, kamu akan diberi pahala atas hal itu (jika melaksanakan hal itu) dan disiksa (jika meninggalkan kewajiban tersebut). Dan tidak ada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.

4. Hak Saudara

Adapun hak saudaramu, maka ketahuilah bahwasanya dia adalah tanganmu yang kamu kuasakannya, punggungmu yang kamu berlindung kepadanya, kemuliaanmu yang kamu bersandar kepadanya, dan kekuatanmu yang kamu menjadi kuat dengannya. Oleh karena itu, janganlah kamu menjadikan saudaramu itu sebagai senjata untuk bermaksiat kepada Allah dan tidak pula sebagai alat untuk suatu kezaliman berkenaan dengan hak Allah, dan janganlah pula kamu meninggalkan pertolongan kepadanya dan membantunya terhadap musuhnya. Hendaklah kamu memisahkan antara dirinya dan setan-setannya dan memberikan nasihat kepadanya serta peduli kepadanya karena Allah. Jika dia tunduk kepada Tuhannya dan menerima nasihatmu dengan baik, maka itulah yang lebih baik baginya. Akan tetapi, jika dia menolak, maka hendaklah Allah lebih berpengaruh padamu dan lebih mulia di sisimu daripadanya. Dan tidak ada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.

5. Hak Istri

Adapun hak istrimu, maka ketahuilah bahwasanya Allah telah menjadikan istrimu itu sebagai tempat ketenteraman, ketenangan, kesenangan, dan penjagaan. Demikian pula, masing-masing dari kamu berdua (suami-istri) wajib bersyukur kepada Allah berkenaan dengan pasangannya dan mengetahui bahwasanya hal itu merupakan karunia Allah kepadanya. Kamu (suami) wajib memperlakukan istrimu dengan baik sebagai karunia Allah untuknya, memuliakannya dan mempergaulinya dengan lemah lembut. Meskipun hakmu terhadapnya itu lebih besar dan dia wajib menaatimu dalam apa yang kamu sukai dan yang kamu benci, selama bukan dalam kemaksiatan, tetapi dia memiliki hak untuk mendapatkan kasih sayang dan kelembutan, dan tempat ketenangan kepadanya adalah pemenuhan kenikmatan yang harus dipenuhi olehnya, dan itu adalah sesuatu yang besar. Dan tidak ada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar