Laman

Rabu, 19 Oktober 2011

Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 153-157


Ayat ke-153:‎
Artinya:‎
Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, ‎sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.‎
Di sepanjang hidup, manusia sering kali menghadapi berbagai kesulitan yang jika ‎ia tidak memiliki kekuatan yang diperlukan untuk menghadapinya, maka ia akan ‎terpaksa mengalami kekalahan. Akan tetapi, seorang manusia Mukmin, dalam ‎menghadapi kesulitan-kesulitan ini, bersandar kepada dua hal. Yang pertama ialah ‎kesabaran dan istiqamah, dan yang kedua ialah salat dan hubungan dengan Allah. ‎


Dengan dua hal itu, seorang Mukmin bersandar kepada dirinya sendiri (yaitu ‎kesabaran) sekaligus bertawakkal kepada kekuatan ilahi yang tak terbatas (yaitu ‎shalat). Allah sendiri menjanjikan bahwa ia akan menolong hamba-hambaNya yang ‎taat melakukan shalat dan bersabar, dan akan selalu bersama mereka. ‎Kebersamaan Allah inilah yang merupakan pendukung terbesar bagi seorang ‎manusia dalam menghadapi segala macam kesulitan.‎
Ayat ke-154:‎
Artinya:‎
Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, ‎‎(bahwa mereka itu ) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak ‎menyadarinya.‎
Melanjutkan ayat sebelumnya yang berbicara tentang kesabaran dan istiqomah, ‎ayat ini berbicara tentang jihad dan mati syahid di jalan Allah, yang disertai dengan ‎berbagai kesulitan harta dan nyawa yang banyak, dan memerlukan keteguhyan ‎dan pengorbanan tinggi. Sebagian orang yang tak mengerti atau yang tendensius, ‎bukan hanya tidak hadir di medan-medan perang dan pertahanan, bahkan mereka ‎melakukan hal-hal yang melemahkan semangat juang rakyat dan menganggap ‎usaha suci ini tak ada artinya.‎
Dengan mimik wajah sedih, mereka menyatakan penyesalan dan kasihan mereka ‎kepada orang-orang yang gugur di atas jalan Allah seraya mengatakan: "Kasihan si ‎fulan mati melepaskan nyawanya dengan sia-sia."‎
Di dalam perang Badar, dimana 14 orang dari Muslimin gugur sebagai syuhada, ‎sebagian orang menyebut mereka sebagai orang-orang yang sudah mati. Maka ‎ayat ini bertujuan untuk menghapus cara berpikir keliru itu. Karena sesungguhnya ‎syuhada adalah hidup, akan tetapi dengan kehidupan tertentu yang kita tidak dapat ‎memahaminya sekarang ini.‎
Ayat ke-155:‎
Artinya:‎
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, ‎kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita ‎gembira kepada orang-orang yang sabar.‎
Ujian adalah sunnah ilahi yang pasti, yang mencakup seluruh manusia. Akan tetapi ‎ujian yang diberikan kepada seluruh manusia, tidak sama. Karena Allah akan ‎menguji seseorang, sesuai dengan kadar fasilitas dan potensi yang diberikan oleh ‎Allah kepadanya. Mungkin bagi sebagian orang, krisis keuangan dan ekonomi ‎merupakan ujian untuk diketahui apa yang akan meraka lakukan jika menghadapi ‎kesulitan seperti itu. Sementara itu, sebagian orang lain merasa bahaya yang ‎mengancam nyawa seperti keikutsertaan di dalam medan perang, merupakan ujian ‎bagi mereka untuk diketahui seberapa besar mereka memiliki kesiapan.‎
Tentu saja ujian-ujian ilahi dilakukan bukan dengan tujuan agar Allah mengetahui ‎diri kita. Karena Allah lebih mengetahui diri kita dari pada diri kita sendiri, tanpa ‎ujian apa pun terhadap kita. Akan tetapi tujuannya ialah agar kita mengetahui diri ‎kita sendiri; dan agar kita menumbuhkan potensi-potensi yang ada di dalam diri kita ‎sendiri, serta mempersiapkan diri agar menjadi orang yang layak menerima pahala ‎Ilahi sekaligus menjauhi hukuman-hukumanNya.‎
Banyak sifat-sifat baik manusia, seperti kesabaran, qana'ah, taqwa dan ‎pengorbanan akan muncul dan menampakkan sinarnya ketika seseorang ‎menghadapi kesulitan-kesulitan sehingga dengan itu manusia akan ‎mengembangkan serta meningkatkan kekuatan jiwanya.‎
Ayat ke-156:‎
Artinya:‎
‎(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna ‎lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun".‎
Melanjutkan ayat sebelumnya, yang menyatakan adanya kabar gembiri berupa ‎kemenangan bagi orang-orang yang sabar, ayat ini menyebutkan sebagian ciri-ciri ‎orang yang sabar, seraya mengatakan, orang yang benar-benar penyabar ialah ‎orang yang di dalam menerima musibah dan kesulitan-kesulitan, bukannya ‎berputus asa, tetapi ia tetap berharap dan optimis terhadap rahmat Allah.‎
Seseorang yang menyadari bahwa ia berasal dan selalu bergantung kepada Allah, ‎Tuhan yang ia yakini telah mengendalikan alam jagat raya ini berdasarkan rahmat ‎dan hikmah, maka pada pandangannya, segala sesuatu itu adalah indah dan ia ‎memandang kehidupan dunia ini dengan penuh optimisme dan kebahagiaan. Pada ‎dasarnya, dunia bukanlah tempat tinggal selamanya. Bukan pula tempat untuk ‎bersantai dan bersenang-senang. Dunia adalah medan ujian dan berbagai ‎kesulitan yang kita hadapi di dalamnya adalah bahan-bahan ujian tersebut. Jadi, ‎kesulitan dan musibah-musibah ini, bukannya menunjukkan kekejaman Allah ‎terhadap hamba-hambaNya, tetapi merupakan wasilah untuk menggerakkan dan ‎membuat manusia terus berusaha mencapai kesempurnaannya. ‎
Akan tetapi manusia terbagi-bagi menjadi beberapa kelompok dalam menghadapi ‎musibah. Sekelompok manusia, merupakan orang yang memiliki sedikit kesabaran, ‎selalu berkeluh-kesah. Kelompok lain terdiri dari orang yang penyabar, dimana ‎sebagai ganti ucapan-ucapan kufur dan keluh-kesah terhadap Allah, mereka ‎menyatakan berlindung kepada Allah. Sementara kelompok lain pula, mereka ‎bahkan bersyukur menghadapi ujian-ujian berat itu. Karena mereka yakin bahsa ‎semua itu adalah pemberi kesempatan kepada mereka untuk mencapai kedudukan ‎yang lebih mulia di sisi Allah Swt.‎
Ayat ke-157:‎

Artinya:‎
Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan ‎mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.‎
Ayat ini menjelaskan bentuk pahala yang diturunkan kepada orang-orang yang ‎sabar yaitu berkah dan rahmat Allah yang merupakan sumber penjagaan dan ‎perlindungan mereka terhadap segala bentuk penyimpangan dan kesesatan. Dan ‎memang mereka itulah orang-orang yang benar-benar memperoleh petunjuk. ‎Meskipun seluruh makhluk di alam ini tercakup dalam rahmat dan karunia Ilahi, ‎tetapi rahmat yang diberikan kepada orang-orang yang sabar ini adalah rahmat dan ‎berkah khusus serta istimewa untuk orang-orang tertentu.‎
Dari ayat-ayat di atas terdapat empat pelajaran yang bisa kita petik, antara ‎lain:‎
‎1. Shalat bukanlah beban. Ia adalah sarana untuk seseorang membina diri guna ‎memperolah kesabaran dalam menghadapi musibah-musibah. Oleh sebab itu, ‎ketika memerintahkan hamba-hambaNya untuk bersabar, Allah memerintahkan ‎shalat yang merupakan penghubung terbaik antara manusia yang serba terbatas ‎dengan kekuatan ilahi yang tak terbatas. ‎
‎2. Meskipun seluruh manusia setelah kematian mereka memiliki kehidupan ‎barzakh yang merupakan kehidupan ruh, akan tetapi para syuhada memiliki ‎kehidupan khusus dan berbeda dengan kehidupan barzakh orang-orang lain. ‎
‎3. Di dalam ujian-ujian ilahi, hanya orang-orang yang penyabarlah yang akan ‎menang. Sementara orang lain tidak memiliki jalan untuk melarikan diri darinya ‎karena ujian-ujian ilahi meliputi semua orang. ‎
‎4. Akar kesabaran ialah iman kepada Allah dan hari kiamat yang membuat ‎manusia merasa enteng menghadapi musibah-musibah dunia. ‎
‎5. Kesabaran dan istiqomah adalah sumber kebahagiaan manusia di dunia ini, ‎sedangkan pahala akhiratnya jauh lebih besar lagi.‎

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar